Jumat, 31 Maret 2017

Cara Memilih Pompa Transfer



Pengertian pompa transfer secara umum adalah pompa yang berfungsi untuk memindahkan liquid / cairan dari satu penampungan ke penampungan lainnya.
Jenis pompa transfer yang paling umum ada 5 jenis, yaitu :

Centrifugal End Suction,
Centrifugal Multistage (terdiri dari Horizontal & Vertical Multistage),
Centrifugal Close Coupled,
Horizontal Split Casing &
Self Priming.

Pertanyaannya, bagaimana cara memilih pompa yang tepat dengan 5 jenis pompa tersebut?

- Yang pertama harus mengetahui terlebih dahulu liquid / cairan yang akan ditransfer / dipindahkan
   Apakah air biasa? air bersih?
- Yang kedua besar debit liquid / air yang akan ditransfer
- Yang ketiga temperatur liquid / air
- Yang keempat posisi bak penampungan / sumber liquid / air ke penampungan kedua
- Yang kelima jarak jaringan pipa delivery / buang dan pipa hisap / sedot

Untuk air bersih dengan suhu di bawah 80°C dan debit relative kecil antara 50 – 100 liter per menit (l/min) dengan total head / daya dorong 10 – 35 meter yang paling cocok adalah pompa tipe Close Coupled, akan tetapi apabila total head sudah di atas 100 meter menggunakan tipe Vertical Multistage.

Untuk air kotor dengan debit antara 150 – 7000 l/min dan total head / pressure antara 35 – 130 meter yang paling cocok adalah menggunakan tipe Centrifugal End Suction dan Horizontal Split Casing.

Untuk air kotor dengan debit antara 100 – 3000 l/min akan tetapi total head hanya pada kisaran 5 – 25 meter yang paling cocok adalah jenis Self Priming, karena pompa jenis ini biasanya untuk pertanian dan perkebunan dengan harga yang relatif lebih murah.

Jenis pompa transfer yang daya hisapnya sangat rendah adalah tipe Vertical Multistage, karena pompa jenis ini lebih cocok untuk pendorong, artinya dengan daya hisap yang rendah tetapi daya dorongnya bisa lebih tinggi.

Dari uraian di atas jelas bahwa cara pemilihan pompa transfer bukan didasarkan pada debit / kapasitas dan total head / pressure saja, akan tetapi ada beberapa faktor yang membuat pemilihan pompa lebih tepat agar sesuai dengan aplikasi di lapangan dan mengurangi tingkat resiko kerusakan terhadap pompa. 


Tidak ada komentar:

Posting Komentar